Oleh: dewapur | Februari 2, 2009

Jalan air

Sebuah kegiatan itu pasti ada manfaatnya kan? nah bagaimana kalo kegiatan yang sama ternyata manfaatnya berbeda hanya karena lokasinya berbeda? kegiatan apa hayo …?

Menelusuri jalan air itu bisa menyenangkan, menyehatkan dan menyelamatkan hidup bahkan bisa untuk rekreasi tetapi bisa juga bikin pusing, mual, mules, muntah dan kawan2nya deh :D Menyusuri jalan air itu merupakan hal yang dianjurkan untuk survival bila tersesat di sebuah hutan atau lembah yang jauh dari peradaban. Ini dikarenakan nantinya jalan air itu akan menuntun kita kepada sebuah peradaban manusia yang biasanya berada di sekitar sumber air. Ini berbeda bila hal ini dilakukan di perkotaan yang tentunya punya tujuan yang berbeda dan bukan survival.

Penyusuran jalan air di perkotaan biasanya berhubungan dengan sistem drainase di kota itu. Nah berhubung ini kotanya adalah kota di Indonesia yang notabene budaya sanitasi masih belum berkembang dengan baik (masih lebih baik daripada Cina kok), sudah wajar kalo endapan lumpur menghiasi wajahnya bahkan banyak sekali ditemui ‘mas kumambang’ yang berlalu lalang atau yang beristirahat bahkan pernah memergoki proses ‘pelepasannya’ … heeeeeh…


Tanggapan

  1. nggak kebayang Pak kalo nyusuri kali di Jakarta, alangkah kotornya….

  2. hehehe
    iya, beruntung nggak di jakarta tapi di surabaya, dan kondisinya hampir sama kayaknya.
    kupikir kali kotor itu juga menjadi permasalahan tiap kota besar yang ada sungainya


Beri tanggapan

Your response:

Kategori