Sebenarnya ini hanyalah rangkaian diskusi di sebuah milis yang kuikuti …
Setelah kubaca lagi, kupikir ini bagus juga sebagai penjelasan tentang mengapa kita perlu menulis.
#Jazuli wrote:
Semua pekerjaan yang di sebutkan oleh Sasra baik, cuma tak ada yang menunjukkan eksistensi. Begitu mati selesailah ia. Tak ada orang yang tahu, Tak ada orang yang bisa mengambil pelajaran.
Sementara Taufik Ismail ingin hidup seribu tahun lagi
Maka deka quote:
” ayo nulis! biar menjadi bukti kalo kita pernah ada!
“
Kalo Andrea Hirata mati, pembacanya generasi berikutnya masih bisa tertawa seakan-akan berhadapan dengan Andrea yang sedang bercerita. Lucu tiada duanya. Dan mengidap penyakit gila nomer 5. Serta mengambil pelajaran moral dalam setiap kejadian.
Seandainya para sahabat rosul tak ada yang menulis, Maka tak akan terdokumentasi dengan baik dan benar sirah nabawiah, Al-qur’an dst. Ingat dari semua agama? Dikumentasi terbaik adalah Agama Islam. Kehidupan Rosul dari lahir sampai meninggal terdokumentasi oleh sahabat-sahabatnya.
Maka deka quote lagi:
” ayo nulis! biar menjadi bukti kalo kita pernah ada!
“
Apapaun profesinya nulislah – ngeblog-lah
Pada abad 7 Indonesia lebih maju dari jepon, terbukti dengan di buatnya Candi Borobudur, kejayaan Sriwijaya, kejayaan Majapahit? Sebentar aja musnah, karena tradisi menulis – ngeblog belom ada
Seandainya tradisi menulis dokumentasi ada sejak jaman Borobudur, maka pasti akan ada karya-karya agung di generasi berikutnya. Sebagai bukti tertransfernya pengetahuan. Demikian juga dengan kejayaan Sriwijaya, Majapahit & Demak.
Sementara pada abad 16 di jepon, para pemuda, meskipun seorang petarung
sudah terbiasa dengan baca tulis.
Musashi – samurai abad 16 itu meninggalkan stategi perang, sampe sekarang bertebaran di internet.
Dan maha patih Gajah Mada tak meninggalkan setrategi-perang menyatukan nusantara. Seandainya Maha Patih meninggalkannya
Maka deka quote lagi:
” ayo nulis! biar menjadi bukti kalo kita pernah ada!
“
“dengan menulis sampeyan akan menyerap 95% pengetahuan” Faudzil Adzim quote.
#Sasrawati wrote :
Tapi menulis bukanlah selalu yang terbaik, jadi kalau nggak butuh nggak perlu ikut2an, ya nggak..
Jadi buruh pun adalah profesi yang baik, pagi udah berangakt dan kembali ke rumah sudah jam 9 malam, sisa waktu untuk istirahat, nonton, beres2 dan tidur, dan begitu juga esoknya.
Jadi ibu rumah tangga yang kerjanya cuman bisa nyuci, masak, nungguin anak dan suami di rumah, kemudian duduk nyantai sambil bercengkrama dengan tetangga adalah profesi yang baik juga.
Jadi apapun yang bisa dilakukan asal dilakukan dengan sungguh2, ikhlas dan penuh percaya diri, itulah yang terbaik..
#Deka wrote :
Banyak hal yang bisa menjadi landasan perubahan. misalnya ‘love’. Saat mbales ini pun suasana ‘love melulu’ memenuhi kamarnya yg kusinggahi (tuk ngopi film) dan suasana yg dengan sengaja dibangunnya itu membantunya
berekspresi melalui kata2.
ayo nulis! biar menjadi bukti kalo kita pernah ada!
Royalti dek…royalti
Oleh: Panggiring on Januari 29, 2009
at 9:33 pm
hahaha
nanti kalo ada yang ngasih duit gara2 itu tak bagi deh …
Oleh: dewapur on Januari 29, 2009
at 9:43 pm
Semangat dek , Semangaaaaaaaaatttttt
Oleh: butho on Januari 31, 2009
at 9:17 am
nice posting ^_^
Oleh: rifa on Februari 1, 2009
at 7:45 am
@ butho & rifa
matur suwun
Oleh: dewapur on Februari 1, 2009
at 7:50 am