Oleh: dewapur | September 9, 2009

Konversi PDF ke Djvu di Ubuntu Hardy

Berawal pusing2 akibat banyak pikiran,
defocus perlu untuk dilakukan.
akhirnya dilakukan hal-hal yang menyenangkan
walaupun menyenangkan ternyata juga menghasilkan.

Silahkan dicoba script untuk konversi dokumen yang lebih ringan daripada pdf, namanya djvu. Penjelasannya tentang format ini dalam bahasa Indonesia bisa dilihat di sini nih.

Setelah seluncur sana-sini akhirnya nemu di sini dan karena di repository Ubuntu 8.04 ga ada aplikasi yang nyaman dipake walaupun sudah pustakanya. Akhirnya utak-atik untuk mengusir kejenuhan … dan jadi juga scriptnya tapi untuk linux saja :D
pdfs2djvu-clr.sh untuk pdf yang ada warnanya.
pdfs2djvu-bw.sh untuk pdf yang hitam-putih.

Cara pakenya, taruh filenya /usr/local/bin trus di terminal ketik
<nama script> spasi <nama file yang di-convert lengkap dengan alamatnya>, trus enter. Setelah selesai proses, hasilnya bisa dilihat di folder $HOME dengan nama DJVU-doc.djvu.

contoh : pdfs2djvu-clr $HOME/test/deka.pdf

*jangan lupa diperhatikan dependencies-nya :D

file link

Oleh: dewapur | Agustus 13, 2009

enak itu dibatasi

Ya, yang enak-enak itu perlu dibatasi. Bahkan ada Anjuran bahwa apapun itu sebaiknya jangan berlebihan, ya to? Yang halal bisa jadi haram, tentunya yang enak bisa jadi tidak enak, yang sehat bisa jadi menyakitkan. Baca Lanjutannya…

Oleh: dewapur | Juli 31, 2009

Kamus di Ubuntu

Kebutuhan akan sebuah kamus bisa jadi menjadi wajib bila sedang mempelajari bahasa asing atau sedang menerjemahkan sebuah artikel. Biasanya ketika menemukan sebuah kata yang tidak dimengerti artinya, kuketikkan kata yang sulit itu dalam query sebuah kamus elektronik yang dipunya. Baca Lanjutannya…

Oleh: dewapur | Juli 24, 2009

Bromo 090719

Akhir pekan yang panjang lalu pergiku ke Bromo mencoba memenuhi janji ke adikku. Untuk pergi kesana bisa naik bis dengan tujuan Banyuwangi atau Jember tapi lebih disarankan naik ke Jember karena kadang-kadang bis yang ke Banyuwangi tidak mampir ke terminal Probolinggo. Baca Lanjutannya…

Oleh: dewapur | April 15, 2009

Panderman

Tulisan ini sebelumnya di posting di milis pembaca at alasroban (20102008), hampir lupa di posting di sini :D

Seminggu lalu terpuaskan rasanya hasrat naik gunung yang sudah beberapa waktu lalu tidak tersalurkan. Di Batam ga ada yang namanya gunung, adanya cuma pantai tok. Sebelumnya ketika pas ambil cuti panjang, begitu sampe di Surabaya malah jatuh sakit, ya batal. Makanya begitu sudah kembali ke Surabaya langsung direncanakan untuk naik gunung. Dengan pertimbangan sudah lama ga naik gunung, kupilih Panderman yang ada di Batu, Jatim yang puncaknya bisa dicapai dalam waktu antara 3-4 jam dari kampung di kaki gunung. Ini sih rata-rata. Untuk kesana, naik bis yang ke arah Jombang dari terminal Landungsari di Malang. Biasanya Puspa Indah dengan ongkos Rp 3000 (11102008). Kemudian turun di daerah Srebet, Batu. Sekarang, begitu turun disambut dengan gapura (waktu pertama kali dulu masih belum ada) yang bertuliskan “Wanawisata Panderman” kalo ga salah baca hehe. Setelah itu baru dimulai “naik-naik ke puncak gunungnya”. Gini lho ceritanya … Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori